Memaknai Kebesaran Allah Melalui Sifat Al-Mutakabbir (II-Habis)

Sifat Al-Mutakabbir yang dimiliki Allah merupakan salah satu sifat yang wajib kita sadari dan renungi sebagai hamba Allah atas kebesaran Nya di alam semesta ini. Sehingga, kita harus sadar bahwa segala hal yang kita miliki tidak memiliki arti apapun di sisi Nya, karena segala hal yang kita miliki tersebut merupakan titipan dari Nya yang sifatnya sementara. Lantas, Allah tidak hanya akan memberikan hukuman bagi orang-orang yang menyombongkan diri, namun juga akan memberikan ancaman, seperti dalam kutipan sabda Nya:

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-A’raf: 36)

Saudaraku, renungkanlah. Hakikatnya, manusia sebagai seorang hamba Allah adalah menjalankan segala perintah Allah dan menjauhkan segala larangan Nya dengan sebenar-benarnya iman. Bentuk keimanan yang baik akan muncul dalam hati yang dibekali dengan rasa syukur dan tawadhu’. Sehingga, kita akan menyadari seutuhnya bahwa tidak pantas bagi seorang hamba yang hina dina ini menyimpan rasa sombong melebihi Allah, Tuhan semesta alam. Bahkan, dengan kuasa Nya Allah menegaskan dalam firman Nya, bahwa Dia tidak akan memasukkan seorang manusia yang sombong ke dalam surga Nya hingga seekor unta dapat masuk ke dalam lubang jarum.

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي

الْمُجْرِمِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS. Al-A’raf: 40)

Sifat sombong merupakan salah satu sifat yang banyak dimiliki oleh manusia. Hal tersebut umum terjadi karena sedikitnya bekal keimanan yang ada di dalam hati manusia. Maka, dapat diumpamakan manusia yang sombong tidak jauh berbeda dengan sifat iblis yang sangat sombong. Sombong, karena iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam as, dikarenakan dirinya merasa lebih baik dibandingkan Nabi Adam as dalam hal penciptaan.

إِلَّا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.(QS: Shaad Ayat: 74)

Saudaraku, bermuhasabahlah atas diri ini. Mengingat dan menghisab diri atas segala dosa yang telah dilakukan merupakan salah satu cara yang dapat mendidik jiwa kita untuk menjadi pribadi yang tawadhu’ dan selalu mengingat Allah. Kemudian, ikhlaslah. Ikhlas, bahwasanya apapun yang kita miliki dan raih saat ini bukan seutuhnya milik kita. Melainkan, ada Zat yang lebih berkuasa dan berhak untuk mengambilnya kapanpun Dia mau, yaitu Allah Al-Mutakabbir. Semoga bermanfaat. (ann/elnury)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s