Inilah 7 F yang Wajib Diwaspadai Anak

Sahabat Ummi, dalam mendidik akhlak serta pola pikir anak tentunya membutuhkan banyak strategi dan pertahanan jitu yang wajib orang tua lakukan bagi kebaikan tumbuh kembang buah hati agar kelak menjadi sosok ideal yang kita harapkan. Menariknya, di era globalisasi saat ini dimana berbagai hal aneh bin bathil mulai menghampiri dan menyerang pola pikir anak-anak, banyak cara tengah terus dilakukan melalui berbagai sarana yang tersamarkan. Lantas, secara tidak langsung hal itulah yang dapat dengan mudah mempengaruhi perilaku dan pola pikir anak.

Mengingat hal itu, maka ini sangat penting bagi kita untuk mampu menjadi orang tua yang cerdas. Tujuannya, agar bisa memfilter segala masukkan yang tepat diberikan untuk buah hati tercinta.

Sebelum, mempelajari lebih dalam tentang strategi dalam mendidik buah hati, ada baiknya kita perlu mengetahui “The 7 F” yang wajib diwaspadai dan dapat melemahkan sistem imun pendidikan akhlak si kecil.

Dalam hal ini, menurut Drs. H. Toto Tasmara, The 7 F ini seperti bombardir yang berusaha melemahkan pertahanan Islam dari luar secara bersamaan dan terus gencar dilakukan khususnya bagi anak-anak kita. Lalu, apa sajakah The 7 F ini, berikut ulasannya.

1.Food
Iklim konsumsi pola makan remaja, nyatanya dalam tiap tahunnya memiliki tren unik yang disesuaikan dengan selera pasar. Maka tidak aneh, jika hal itulah yang lantas memicu berkembangnya kafe, restoran cepat saji dan sejumlah tempat makan lainnnya.

Jenis makanan yang ditawarkan pun berupa junk food, yang dalam hal ini diartikan sebagai makanan sampah. Lantas, tidak heran jika makanan tersebut umumnya memiliki kandungan gizi yang rendah, yakni hanya mengandung gula, bahan-bahan adiktif, kolesterol tinggi, dan kafein.

2.Film
Faktanya, jenis media yang satu ini merupakan media yang paling rentan untuk dimasuki oleh berbagai ideologi  tanpa disadari langsung oleh penonton. Neil Postman, dalam bukunya yang berjudul Amusing ourselves to Death menyebut bahwa saat ini kebanyakan orang telah menghibur diri mereka sampai mati dengan kotak ajaib bernama televisi yang berwajah ramah. Hal tersebut dikarenakan, sebagian besar tayangan televisi saat ini muatannya sarat dengan esensi hiburan saja, dan tidak menampilkan unsur-unsur pendidikan yang dapat mendukung pertumbuhan pola pikir anak.

3.Fashion of life style

Kebanyakan umat muslim saat ini mulai menanggalkan identitas pakaian mereka sebagai pribadi muslim. Hal ini dikarenakan, strategi licik kaum barat yang menyebarkan ideologi 3L (life, love, liberty). Maka, wajar jika saat ini kita banyak mendapati, khususnya kaum muslimah yang tidak tidak lagi mencerminkan identitasnya.

4.Free thinkers

Hal ini sangat berbahaya dan wajib diantisipasi. Pasalnya, bagian ini merupakan suatu doktrin yang dapat membebaskan pikiran manusia dengan keterkaitan agama. Serta, bertujuan agar manusia memaknai kondisi dirinya sendiri sebagai bentuk yang ilmiah, tanpa harus dibebani dengan otoritas dan aturan dari agama terkait yang dinilainya hanya sebagai wadah indoktrinasi yang salah. Mirisnya, free thinkers ini mulai merambah dalam tubuh Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap pornografi, kebebasan seks dan masih banyak lagi.

5.Financial
Bagian ini merupakan sarana yang paling merusak dalam aspek kekuasaan materi. Karena, apabila materi ataupun harta sudah dikuasai di tangan, maka sang penguasa akan semakin berbuat semena-mena untuk berbagai hal yang ingin dikehendakinya, termasuk dalam hal ini kejahatan yang dapat menyudutkan keberadaan umat muslim.

6.Faith
Hal ini erat kaitannya dengan prinsip orang-orang jahil yakni sekulerisme. Dimana, segala hal menjadi halal sepanjang dapat memberikan keuntungan yang maksimal yang sifatnya merugikan manusia dan enggak sesuai dengan aturan Islam

7.Friction
Berbagai perpecahan yang terjadi saat ini, diantaranya disebabkan oleh munculnya pola pikir yang salah. Sehingga, penting bagi kita untuk mewaspadai hal ini dari buah hati, agar kelak tidak tumbuh menjadi pribadi yang hobi memprovokasi.

So, penting untuk dicermati dalam hal ini terkait faktor-faktor tersebut. Mengingat, sebagai orang tua cerdas memang sudah sepantasnya agar lebih selektif memilah-milah masukan yang tepat dan benar untuk diberikan bagi pertumbuhan sang buah hati. Semoga bermanfaat ya sobat!

Referensi:
Buku ‘Akhwat Vs Cewek’ karya Qonita Salsabila. Samudera, Solo: 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s