Memaknai Cinta Ibu

Setiap ibu memiliki ekspresi yang berbeda-beda dalam menuangkan kasih sayangnya terhadap anak. Ada yang tampak berlebihan, apa adanya serta butuh perjuangan dalam kondisi kekurangan untuk merealisasikannya. Namun, di balik itu semua ada nilai yang lebih penting untuk menggambarkan ekspresi cinta ibu tersebut, yakni ilmu. Mengingat, menjadi orang tua adalah proses belajar seumur hidup yang mau tidak mau harus dijalani dan dipelajari. Agar amanah yang dititipkan olehNya dapat memberikan kebaikan dan manfaat bagi umat.

Mencintai anak adalah sebuah keharusan. Karena dengan perasaan dicintai dia akan belajar bagaimana menghargai dan menyayangi orang lain. Serta, kelak akan tumbuh menjadi pribadi dewasa yang penuh cinta dan keteladanan. Asal, disertai ilmu didalamnya.

Ilmu dalam hal ini berupa nilai-nilai keteladanan, aktivitas positif dan cita-cita hidup yang ditanamkan oleh tiap ibu dalam bentuk ekspresi cinta dan kasih sayang. Bayangkan, jika tanaman saja kita berikan perlakuan (ilmu) berupa air yang cukup, cahaya matahari serta tempat tumbuh yang baik, pastinya akan menghasilkan buah-buahan yang ranum dan bunga-bunga cantik yang begitu indah. Demikian juga pada anak.

Seorang anak yang sejak dalam kandungan dihujani oleh kasih sayang yang landasannya ilmu, sampai kemudian lahir akan tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan penuh dengan pemikiran positif. Sungguh indah bukan?

Maka, sebagai ibu perlu kita cermati baik-baik, seperti apa memaknai cinta ibu yang sebenarnya? Sejatinya, cinta seorang ibu terhadap anak diibaratkan seperti sebuah rumah yang didalamnya mampu memberikan kenyamanan, kehangatan dan kebersamaan. Sehingga, para penghuni rumah tersebut dibuatnya merindu untuk bersegera kembali pulang ke rumah. Karena, di dalam rumah itulah mereka akan mendapatkan apa yang mereka tidak temukan di luar sana. Begitulah ibu dan pemaknaannya, sangat sederhana dan meneduhkan.

Melalui cinta seperti itulah ibu harus belajar dan mengabdi sepenuh hati, agar nantinya dapat menjadi acuan hidup bagi anak-anaknya. Adapun, landasan ilmu inilah yang menjadi faktor penting untuk memunculkan indikator-indikator keberhasilan dalam proses mendidik dan mencintai anak. Semoga kita mampu dan dikuatkan selalu untuk menjadi ibu-ibu pembelajar yang tak pernah puas menuangkan nilai-nilai kebaikan untuk generasi selanjutnya, sehingga makna cinta yang sebenarnya kita tuangkan dapat menjadi inspirasi hidup bagi sesama. Aamiin
#CMIIW

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s