Bijak dalam Kebutuhan Bulanan

Anggaran belanja bulanan bagi setiap ibu rumah tangga merupakan suatu budget wajib yang harus dianggarkan tiap bulannya. Besarannya pun relatif, tergantung dari besar jumlah pemasukkan yang diperoleh masing-masing keluarga sehingga berbeda satu sama lain. Menariknya, standar kebutuhan bulanan tiap keluarga juga tentunya berbeda-beda. Mengingat hal ini, didasari oleh tingkat skala prioritas keluarga serta semakin besarnya income maka daya konsumsi akan semakin bertambah pula. Karena, pada umumnya peningkatan konsumsi atau anggaran belanja bulanan akan bertambah seiring dengan besarnya income yang dihasilkan oleh masing-masing keluarga.

Dalam tulisan ini, saya ingin mengajak pembaca khususnya kaum ibu untuk lebih memaknai maksud dari ‘menyederhanakan bahagia yang sesungguhnya’. Bukan tanpa tujuan, terlebih dalam hal kebutuhan setiap bulannya. Relatif memang, namun coba kita perhatikan baik-baik. Seorang ibu rumah tangga, dengan pemasukan tiap bulannya sebesar Rp10juta yang diperoleh dari penghasilan suaminya dan dalam hal ini tidak terikat dengan hutang piutang apapun, cenderung akan merasa lebih puas, bilamana dapat membelanjakan kebutuhan bulanan sesuai dengan standar gaya hidup menengah ke atas. Seperti, selalu belanja di supermarket besar tiap bulannya, serta membeli kebutuhan tiap pekannya dalam satu bulan juga di supermarket besar.

Padahal, jika dia ingin lebih berhemat dan menjadikan sebagian uangnya sebagai tabungan atau dikumpulkan dalam bentuk aset, tentunya akan dapat dengan mudah terwujud. Adapun, untuk mewujudkannya dengan melakukan aktivitas belanja bulanan di toko agen sembako ataupun pasar tradisional, yang tentunya secara ekonomi dapat menjadi lebih hemat karena terbatasnya pilihan yang dijual. Otomatis, mau tidak mau wanita tersebut hanya akan membeli sejumlah produk yang sifatnya itu-itu saja. Dan, jauh berbeda dengan supermarket besar yang pastinya dalam hal ini menyediakan berbagai pilihan produk dalam berbelanja.

Sejatinya, menyederhanakan kebahagiaan itu cukup mudah, asal tidak ada campur tangan ego di dalamnya dan semata-mata fokus terhadap ‘apa yang dibutuhkan’.

Sebagai contoh, aktivitas makan yang kita lakukan setiap hari bertujuan untuk memberikan sumber energi bagi tubuh agar kita mampu melakukan aktivitas sehari-hari. Sehingga, tujuan yang benar adalah makan untuk hidup, otomatis kita akan makan saat tubuh membutuhkan asupan makanan. Namun, jika tujuan itu dibalik, yakni hidup untuk makan, maka seseorang akan cenderung bersifat sangat konsumtif terhadap makanan guna memenuhi hasratnya untuk makan apapun, dan hal ini juga akan membuat keuangan menjadi bocor tak terkendali. Lantaran, pemenuhan gaya hidup terhadap konsumsi makanan yang berlebih.

Oleh sebab itu, sebagai generasi milenial yang dihadapkan dengan berbagai pilihan dan kemudahan fasilitas, untuk dapat lebih bijak menyederhanakan standar hidup melalui, kebutuhan belanja tiap bulan. Karena kondisi pasar saat ini, menargetkan orang-orang untuk cenderung bersikap konsumtif alias boros dan hal itu harus dihindari. Mengingat, keseimbangan ekonomi dalam neraca keuangan keluarga akan sangat berdampak negatif. Maka, mulailah dengan membeli kebutuhan bulanan sesuai dengan apa yang benar-benar menjadi prioritas hidup kita. Karena, dengan itu dapat menjadikan kita sebagai orang-orang yang bijak dalam mengatur keuangan dan tidak konsumtif terhadap apapun.

So, untuk menyederhanakan bahagia cukup mudah bukan? Asal diiringi dengar niat yang kuat, tujuan pengeluaran yang jelas, serta tak lupa sedekah tiap bulannya. Sehingga, keuangan keluarga akan lebih aman, terkendali dan malah akan bertambah nilainya, baik itu dalam bentuk aset ataupun tabungan. Finally, untuk para kaum milenial selamat mencoba dan bersikap bijaklah dalam memperlakukan uang.

 

#NTMS

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s