Ini Dia Cara Emak Alihkan Si Kecil dari Gadget

Sudah hampir sebulan ini, saya dan suami sepakat untuk tidak lagi menghidupkan televisi di rumah. Adapun, alasannya sangat jelas, yakni lantaran si kecil mulai “kecanduan” sejumlah tayangan kartun yang ada di TV dan HP. Jujurly, sejak awal menikah saya pribadi memang sudah ‘saklek’ untuk hal yang satu ini. Namun, apa mau di kata. Urusan mendidik anak antara teori dan praktiknya sendiri pun nyatanya terbilang sulit untuk diterapkan. Maka, sembari mengerjakan pekerjaan domestik lainnya di rumah, acapkali saya memberikan suguhan tayangan kartun untuk si kecil guna menenangkannya agar ‘anteng’ di tempat.

Pictured by pexels.com

Alias enggak grasak-grusuk lagi. Oke, fix sejak si kecil berusia 6 bulan saya akui sudah mulai “kecolongan” lantaran hal itu, which is kondisi saya saat itu belum resign dari kerjaan. Belum lagi, kondisi orang tua saya sendiri yang nyatanya tidak se-visi dengan saya dan suami, khususnya dalam hal pola asuh si kecil. Sehingga, sejak saat itulah si kecil acapkali disuguhkan tayangan gadget dari neneknya. Hiks, makin sedih ya mak!

Kesadaran kami pun sebagai orang tua rupanya semakin timbul. Manakala, saat kami hadir dalam suatu kajian pekanan dan ustad yang membawakan materi pada hari itu seolah sangat ‘pas’ dengan kondisi kami kala itu. Dalam kajiannya tersebut, ustad itu bercerita, bahwa ada sepasang suami istri dimana keduanya bukanlah penghafal alquran. Namun, menariknya yakni anak-anak mereka seluruhnya merupakan seorang hafidz dan hafidzah. Lantas, apa sih rahasianya?

Ustad itu pun menjawab, bahwa meski kedua orang tuanya bukanlah penghafal alquran, tetapi mereka punya komitmen yang kuat, dan kemudian menjalar pada dibentuknya habit yang sangat disiplin untuk anak-anak mereka. Nah, ini dia rahasianya, yaitu senantiasa memperdengarkan murottal alquran sejak mereka dalam kandungan hingga membiasakan hal itu dalam kehidupan anak-anak mereka setiap harinya. Otomatis, terciptalah suasana dan ruh qurani dalam kehidupan mereka, sampai akhirnya melekat betul pada hati-hati mereka. Masya Allah, makin terharu hati emak.

Next, sejujurnya saya pribadi bukan ingin betul-betul membatasi si kecil sampai tidak terpapar gadget sama sekali. Cuman, saya sadar bahwa usianya saat ini bukanlah saat yang tepat untuk Khadijah menikmati gadget seperti TV dan HP. Oleh sebab itu, saya dan suami pun serius membulatkan tekad untuk tidak menghidupkan TV di rumah, meski dalam hal ini rasa-rasanya agak ‘terlambat’. Namun, biarlah terlambat, daripada tidak sama sekali (ngeles aja mak!).

Pictured by pexels.com

Lantas, kira-kira hal apa saja sih yang saya lakukan untuk mengalihkan si kecil dari paparan gadget-gadget nakal ini? Berikut ulasannya.

  1. Mencabut kabel TV
    Pastinya, pada hari pertama “NO TV” di rumah si kecil belum menyadari betul apa yang tengah direncanakan orang tuanya hari itu. Maka, saat si kecil meminta untuk menyalakan TV di rumah saya sudah siap sedia untuk segera mencabut kabel TV pada stop kontak. Mengingat, Khadijah sudah tahu betul tombol mana yang biasanya digunakan untuk menyalakan TV. Otomatis, ketika dia meminta, saya hanya menjawab, “Kabelnya ummi cabut sayang, soalnya ummi pengen main sama Khadijah.” Emang sih, ada tantrum dikit. Tapi, abis itu langsung beres dan lanjut main bareng.
  2. Menghidupkan murottal
    So, pastinya ini yang bakal ON terus di rumah sebagai gantinya gadget. Meski, enggak disimak secara langsung oleh si kecil. Namun, ini merupakan langkah awal untuk membiasakannya dengan lantunan ayat suci alquran dan secara tidak langsung apa yang didengarkannya tersebut dapat dicerna oleh otak. Terlebih, di usianya yang terbilang golden age saat ini, maka ibarat spons dia akan mampu menyerap apapun dengan cepat. Sehingga, sebagai orang tua pun harus benar-benar teliti dan seksama dalam memilah lisan serta menampilkan sikap dihadapan si kecil. Catet ya Mak!
  3. Membuat schedule harian khusus untuk learning activity (DISARANKAN sebaiknya perlu untuk emak-emak merancang schedule harian untuk si kecil)
  4. Mengikuti hobi si kecil
    By the way, Khadijah ini anaknya senang banget dengan 2N1R, yaitu Nyanyi, Nari dan Renang. Otomatis, mau tidak mau untuk mengalihkannya saya ikutlah nyanyi dan nari bareng sama Khadijah. Sampai dia bosan dan lelah. Serta, tidak lupa selalu menyempatkan main ke kolom renang 1x setiap minggunya. Alhamdulillah, cara ini cukup berhasil dan doi pun lupa kalau ada TV di rumah, hahaha (ketawa jahat).
  5. Membaca buku
    Nah, selama di rumah, selain nyanyi dan nari bersama. Saya dan Khadijah tak lupa untuk seringkali membaca buku bersama-sama. Tapi, uniknya hanya dia sendiri yang ingin memegang buku miliknya. Alhasil, saya pun tidak jadi mendampinginya dan hanya ikut serta asyik membaca buku sendiri disebelahnya. Agak nyebelin sih, tapi dia emang maunya begitu. Emakpun hanya bisa nurut-nurut aja. DONE, asal Khadijah senang (AKS)!
  6. Bersosialisasi dan aktivitas di luar rumah
    Well, poin ke 6 ini biasanya seringkali saya lakukan bersama si kecil saat weekend (because ada ayahnya) dan pada sore hari saat weekday, meski hanya sekadar jalan-jalan keliling komplek (lanjut jajan es krim, wkwkwkk). But, bagi Khadijah hal retjeh kayak gitu udah menyenangkan banget lho! Anak senang, mamakpun kenyang (lho!).

Itu dia, 6 cara emak alihkan si kecil dari gadget. Dan, dalam hal ini saya pribadi yakin, bahwasanya tiap orang tua punya cara, prinsip dan pandangan masing-masing yang TERBAIK untuk anak-anak mereka. Termasuk juga saya. Entah itu, tetap mengijinkan mereka dengan gadgetnya atau mencoba untuk menjauhkannya sementara sampai waktu yang ditentukan. Tapi kembali lagi, semua orang tua punya pilihannya masing-masing.

Dan, seperti inilah cara saya dalam mendidik Khadijah dan adik-adiknya kelak, berdasarkan apa yang saya pelajari dan pahami sejauh ini. Anyway, disclaimer dulu deh biar gak slek, hehe. Apapun itu pilihannya, seorang ibu tetaplah yang terbaik bagi anak-anaknya, termasuk dalam cara bagaimana ibu mendidik dan menerapkan pola asuh yang tepat bagi mereka. Finally, emak cukupkan sampai disini yaa, semoga bermanfaat. Salam waras!

Iklan

34 comments

  1. saya setuju banget yang NO TV, karena saya sama suamik juga sudah sepakat enggak bakalan ada TV di rumah, meskipun ada yang ngasih masukin kerdus jual, wkwkkw. soalnya anak-anak tuh gampang banget nangkep dan niru jadi sayang banget kalo enggak di buat hafal Qur’an kan? hihi.

    Suka

  2. Terima kasih kak, artikelnya bermanfaat banget, meski aku belum menikah, tapi bisa jadi bekal saat aku nanti punya anak 😬

    Suka

  3. Anak jaman sekarang emang klo udah pegang gadget bisa lama bgt, klo diambil nangis deh , makasih tipsnya mba bisa nih buat dipraktekkan ke ponakan kebetulan ponakan ku juga suka maen gadget

    Suka

  4. Artikel yang informatif banget. Meski pun saya belum menjadi orang tua, karena belum menikah, artikel ini sebagai bekal saya untuk mendidik anak saya kelak. Terima kasih kak 😊

    Suka

  5. Iya nih, anak sekarang gak bisa jauh dari hp. Apalagi keponakan aku, nangis mulu kalo jauh dari hp. Kayaknya harus dicoba cara-caranya supaya keponakan gak ketergantungan sama hp lagi :))

    Suka

  6. anak jaman sekarang emang kudu di perhatiin banget, jangan sampe ortu sibuk dan sengaja ngasih anak gadget biar diem, bagus nih tips tipsnya bun, bermanfaat

    Suka

  7. Di rumah sudah lama tv cuma jadi pajangan. Sengaja antenanya gak diperbaiki biar gambarnya blur hehehe,
    tapi malah you tube-nya yang gak berhenti. Memang perlu sih ya schedulin kegiatan rutin yang dia suka biar lupa sama gadget.

    Suka

  8. MasyaAllah setuju bunda..meskipun ortu bukan tahfidz tapi kita bisa mencetak anak-anak kita menjadi tahfidz tahfidzah. Tips yang bunda paparkan diatas setuju semua dengan mencabut saluran tv diganti muratal itu point utama. MasyaAllah

    Suka

  9. Emak inspiratifkuh, banyak belajar banget dan dapat insight untuk cara pandang mendidik anak d era serba digital sekarang ini. Semangat terus dan jangan terlewat untuk membagikan kisah parenting selalu yaaaaa. Love

    Suka

  10. Emg serba salah yaa di zaman skrg. Dilema.. ga dikasih takut ketinggalan jaman. Dikasih kok ya efek nya ga ngenakin. Ku ngalamin sendiri soalnya. Efek anak kebanyakan gadget. Tp ya itu td emg balik lagi ke rules kita dan oengawasan kita jg yaa…

    Suka

  11. Ini bagus sekali tips nya..tapi untuk ibu yang bekerja dan anak dititipakn ooeh pengasuh sepertinya susah sekali menjauhkan anak dri gadget..termasuk saya yang ibu rumah tangga, menjauhkan anak dari gadget agak mustahil juga 😂…sebagai informasi, anak saya dua2nya fasih berbahasa inggris karena mereka sering pegang gadget..ga lama sih pegangnya..tapi tetap sangat bermanfaat karena saya dampingin di saat saya sdg pegang hp juga sambil menulis di blog

    Suka

  12. Apa pun pilihan orang tua, tahu betul manaayamg terbaik untuk anaknya. Yang penting tidak merugikan orang lain. Salam buat khadizah mba, semoga menjadi anak yang shalehah.

    Suka

  13. mbak tulisannya mengisnpirasi banget dan membuat saya kembali menekuri apa yang telah terjadi di dalam rumah saya, bagaimana saya dan paksu mendidik anak-anak. terimakasih tulisan inspirasinya. Saya merasa kerdil banget dan nggak melakukan apa-apa demi generasi amsa depan anak,

    Suka

  14. Salut mbak dengan upaya utk kebaikan buah hati . Semoga Ananda selalu terjaga dari hal2 yang tidak baik ya mbak dan kelak menjadi hafizah yang membawa orangtuanya ke surga. Aamiin

    Suka

  15. Mksh mb tips untuk mngalihkn anak2 dari gadget. Bener sih skrg klu gk pintet2 emak mnyiasati dgn caranya, bs2 anak2 ketagihn alias kebablasan. Yg pnting kita mmbtsi atau mndampingi serta bisa menjlskn dgn baik.

    Suka

  16. Di rumah, TV jarang dinyalakan. Padahal kami tidurnya di ruang tengah, depan TV. Soalnya si kecil masih setahun. Takut jatuh kalau tidur di kamar, di atas dipan. Biasanya saya bacakan buku. Dan buku ada di dekat tempat tidur. Jd si kecil bs ambil sendiri untuk minta dibacakan

    Suka

  17. Bermanfaat banget nih tulisannya.. sekrang emang yaa anak2 gampang ketagihan sekalinya disuguhi gadget.. dan karna itu ortu jg suka kuwalahan gimana buat mengalihkan si anak dari gadget.. namabaj pengetahuan banget nih kak.. thankyou

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s