Spoiler, Suka Sih Tapi…

Hidup di jaman serba digital kayak gini, ditambah pula dengan percepatan arus informasi yang semakin melesat. Rupanya, semakin dimanfaatkan pula oleh para pegiatnya untuk mendapatkan berbagai sumber informasi yang pas dan terpercaya. Berbagai lini media sosial, aplikasi gadget dan platform lainnya pun juga ikut berlomba-lomba dalam menyajikan informasi yang layak dan “on time”. Menarik banget pastinya, jadi enggak perlu lagi nunggu-nunggu cetak koran/majalah serta tayangan program berita di TV kudu “naik” dulu. Karena saat ini segalanya serba real time, gaes. Dan, ini jadi mengingatkanku pada jaman dulu, dimana saya harus langganan majalah tiap bulannya biar gak kudet.

So, sebagai penikmat film, buku, dan komik, acapkali sebelum menikmatinya saya kerap mencari “bocoran” dari berbagai sumber biar gak asal beli atau nonton begitu aja. Disamping, memang minim modal plus gak mau rugi, saya juga termasuk tipe orang yang cukup selektif untuk hal yang satu ini. Otomatis, mencari spoiler adalah jalan pintas bagi saya untuk bisa mendapatkan kepastian sekaligus kepuasan dalam satu waktu, tsahh (emang dasar gak modal, hahaa).

Pictured by pexels.com

Well, sebenarnya apa sih Spoiler itu?

Berdasarkan penelusuran yang saya temukan, di Wikipedia sendiri disebutkan bahwa Spoiler ini memiliki arti ‘beberan’ atau ‘bocoran’. Which is, merupakan tulisan atau keterangan mengenai suatu cerita yang tujuannya ‘membocorkan’ isi atau jalan cerita tersebut. Meski menarik, in fact cukup merugikan gaes. Khususnya, bagi mereka yang memproduksi dan terlibat langsung dalam karya tersebut. Nah, biar makin jelas, berikut ulasannya…

Spoiler bikin candu bagi penikmatnya

Yupp, bener banget. Inilah yang saya rasakan selaku pemburu spoiler. Seperti yang tadi saya bilang, berkaitan dengan minimnya modal dan gak mau rugi, alhasil saya memburu spoiler untuk menutupi rasa penasaran saya. Khususnya, untuk film yang diangkat dari buku ataupun kisah nyata, sembari mencari kesamaan serta perbedaan yang mencolok diantara keduanya. So, adapun jika saya menemukan spoiler yang menurut saya bikin ‘illfeel’, otomatis langsung saya backlist dari daftar incaran saya.

Dan, hal inipun juga berlaku saat saya membaca webtoon. Kalau dipikir-pikir, daripada saya membeli koin dan membayarnya dengan sejumlah nominal rupiah, lalu tiba-tiba mendapati jalan cerita yang terbilang ‘flat’, hhmm rugi lah ya buat saya, hehhe. Mending, nunggu orang yang ‘berbaik hati’ buat kasih bocoran di komen, wkwkwkwk (ketawa jahat).

Spoiler bikin have fun sih, tapi…

Nah, ini yang perlu dicermati baik-baik gaes. Ternyata, saat kita membaca spoiler dari film, komik atau game tersebut, otomatis dapat mengurangi kesenangan kita saat menikmatinya. Mengingat, kesenangan membaca sebuah cerita biasanya tergantung kepada dramatisasi atau ketegangan yang ditimbulkan oleh cerita tersebut. Dan, misalnya tiba-tiba di pertengahan cerita kita dapat bocoran yang nyatanya bikin kita illfeel, alhasil minat buat lanjut pun nothing, gaes. So, inilah yang secara tidak langsung sangat merugikan para penciptanya. Baik, secara produksi serta materiil.

Anyway, sebagai pemburu spoiler pikir-pikir lagi ya gaes (termasuk saya). Setidaknya, bersikap bijaklah dalam menikmati karya mereka. Kalaupun, udah dapat bocorannya wes jangan terlalu negatif juga penilaiannya. Berikanlah tanggapan yang jelas, apa adanya tanpa memojokkan isi dari jalan cerita tersebut, which is menurut kamu ‘flat’ ataupun bikin ‘illfeel’. So, semoga kita semua bisa menjadi penikmat konten sekaligus spoiler yang bijak ya gaes. Semoga bermanfaat. Salam waras!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s